PMI Bengkulu Ungkap Stok Darah Belum Ideal, Donor Rutin Jadi Solusi Pemenuhan Kebutuhan

METROUPDATE.ONLINE – BENGKULU – Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Bengkulu menggelar rapat koordinasi (rakor) bersama mitra dari BUMN, BUMD, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), TNI, Polri, dan instansi vertikal di Kantor Gubernur Bengkulu, Jumat (26/6). Rakor ini bertujuan memperkuat sinergi dalam meningkatkan jumlah pendonor darah sukarela guna memenuhi kebutuhan darah di Provinsi Bengkulu yang masih jauh dari target.

 

Kepala UPTD Transfusi Darah PMI Provinsi Bengkulu yang juga Ketua Panitia Rakor, **dr. Vini Restu Insani**, memaparkan kondisi pelayanan transfusi darah di Bengkulu beserta berbagai tantangan yang dihadapi. Ia menjelaskan bahwa darah merupakan komponen vital dalam pelayanan kesehatan yang hingga saat ini hanya dapat diperoleh melalui donor darah.

 

“Darah tidak bisa diproduksi. Satu-satunya sumber darah adalah dari para pendonor sukarela. Karena itu, dukungan semua pihak sangat diperlukan agar kebutuhan darah masyarakat dapat terpenuhi,” ujar dr. Vini.

 

PMI Provinsi Bengkulu, lanjutnya, memberikan layanan transfusi darah selama 24 jam penuh setiap hari. Salah satu kelompok pasien yang membutuhkan darah secara rutin adalah penderita thalasemia yang harus menjalani transfusi darah setidaknya dua kali setiap bulan.

 

Menurut dr. Vini, setiap minggu PMI harus menyediakan sekitar 80 kantong darah untuk memenuhi kebutuhan pasien thalasemia. Sementara itu, ketersediaan darah sepanjang 2024 hingga 2025 tercatat sekitar 2.500 kantong, jumlah yang dinilai masih belum mencukupi kebutuhan.

 

Ia menambahkan, saat ini terdapat sekitar 200 instansi yang menjadi mitra PMI dalam kegiatan donor darah. Namun, kegiatan donor rutin masih didominasi oleh BUMN dan BUMD, sedangkan sebagian besar OPD dan instansi lainnya baru menggelar donor darah pada momen-momen tertentu seperti peringatan Hari Bhayangkara atau kegiatan besar lainnya.

 

Sementara itu, Ketua PMI Provinsi Bengkulu **Dr. Herwan Antoni** mengatakan rakor tersebut merupakan tindak lanjut dari surat edaran Gubernur Bengkulu yang mengimbau BUMN, BUMD, OPD, TNI, Polri, dan instansi vertikal untuk melaksanakan donor darah sukarela secara rutin.

 

Melalui kebijakan tersebut, setiap instansi diharapkan dapat mengikutsertakan pegawai atau karyawannya untuk melakukan donor darah sekali dalam tiga bulan atau empat kali dalam setahun dengan berkoordinasi bersama PMI Provinsi Bengkulu.

 

“Surat edaran ini diharapkan benar-benar dapat dilaksanakan. Kebutuhan darah di Bengkulu sangat tinggi sehingga diperlukan keterlibatan semua pihak untuk membantu PMI memenuhi kebutuhan tersebut,” kata Herwan.

 

Ia menjelaskan, berdasarkan standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kebutuhan darah ideal mencapai sekitar dua persen dari jumlah penduduk. Dengan populasi Bengkulu yang mendekati dua juta jiwa, kebutuhan darah diperkirakan mencapai sekitar 40 ribu kantong per tahun. Namun, jumlah yang berhasil dihimpun saat ini masih jauh dari angka tersebut.

 

Herwan mengungkapkan, jumlah pendonor sukarela di Bengkulu baru sekitar 6.000 orang per tahun dan mayoritas berasal dari kalangan laki-laki. Sementara rata-rata ketersediaan darah per bulan berkisar 2.100 kantong.

 

Menurutnya, rendahnya angka donor darah dipengaruhi oleh minimnya sosialisasi dan belum tumbuhnya budaya donor darah sebagai kegiatan rutin di masyarakat.

 

Untuk meningkatkan capaian tersebut, PMI Provinsi Bengkulu akan menyusun jadwal donor darah rutin bersama OPD, instansi vertikal, BUMN, BUMD, serta TNI dan Polri. PMI juga siap menyediakan tim medis, peralatan donor darah, serta berbagai fasilitas pendukung bagi para pendonor, seperti susu, buah-buahan, makanan ringan, vitamin, dan tumbler.

 

Sementara itu, instansi yang menjadi mitra donor darah diminta menyiapkan lokasi kegiatan, menunjuk personel penghubung (PIC), mengoordinasikan peserta donor, dan menyusun jadwal pelaksanaan bersama PMI.

 

“Harapan kami, para pendonor dapat melakukan donor darah hingga empat kali dalam setahun. Jika ini dapat berjalan secara rutin, maka target pemenuhan kebutuhan darah masyarakat Bengkulu akan lebih mudah tercapai,” tutup Herwan Antoni.**

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60