Dari Air Meles Atas ke Melaka dan AS, Sari Aren Buktikan Produksi Lokal Berdaya Saing Global

METROUPDATE.ONLINE – REJANG LEBONG – Desa Air Meles Atas, yang terletak di Kabupaten Rejang Lebong tak lagi dikenal sebagai kawasan perdesaan biasa. Melalui sentuhan inovasi dan tata kelola industri, desa ini menjelma menjadi sentra penghasil produk aren yang berhasil menembus pasar nasional hingga mancanegara.

Melalui PT Sari Aren Group, komoditas nira lokal diproduksi secara higienis dan modern menjadi produk aren unggulan tanpa menghilangkan kearifan lokal para petani setempat.

Dari 350 Petani Tradisional Menuju Standar Modern

Potensi aren di Desa Air Meles Atas sungguh luar biasa. Berdasarkan data Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Rejang Lebong setidaknya 80 persen masyarakat setempat merupakan pengrajin gula aren, dengan total 350 petani pengerajin gula aren.

Kawasan ini memiliki hamparan lahan aren seluas 350 hektar area produktif, 50 hektar area belum menghasilkan, dan 25 hektar tanaman aren tua. Dengan kapasitas produksi mencapai 350 kg per hari atau sekitar 105.000 kg per bulan, potensi ekonomi desa ini sangat besar.

General Manager PT Sari Aren Embang Novianto saat ditemui Metroupdate.online, Senin 7 September 2026 dilokasi bazar KPw BI Bengkulu Mengatakan, bahwa kunci keberhasilan transformasi ini terletak pada pembinaan pola produksi yang bersih dan terstandar.

“Pengrajin gula aren di Air Meles Atas yang telah kami bina dan memiliki rumah produksi bersih pertama berjumlah 60 orang. Mereka kini tergabung dalam kelompok petani binaan kami, sehingga kualitas dan keamanan bahan baku gula aren dapat terus terjaga.,” ujar Embang.

Penerapan Teknologi dan Inovasi

Dalam prosesnya, Sari Aren menggabungkan teknik tradisional dengan teknologi mesin. Penyeleksian nira segar dilakukan secara ketat dan hanya nira segar yang jernih kemerahan, memiliki wangi khas, dan tidak asam yang lolos untuk lanjut ketahapan penyaringan dengan menggunakan saringan stainless Mes 100.

Setelah melalui tahapan seleksi yang ketat selanjutnya Air nira diproses dan dicetak secara manual, disempurnakan melalui pengeringan dome solar dryer, hingga akhirnya dirajang, diayak, dan dikemas rapi menggunakan teknologi mesin otomatis.

Ragam Varian Gula Aren: Diproduksi dalam bentuk gula semut kemasan 200g & 400g, gula aren jahe merah 250g, kemasan sachet (termasuk varian mix kopi & kedelai), hingga gula aren cair.

Pengelolaan usaha gula aren ini mengusung prinsip ramah lingkungan berbasis zero waste. Seluruh bagian komoditas aren dimanfaatkan secara menyeluruh, mulai dari ijuk, kolang-kaling, sapu lidi, hingga sagu aren.

Tak berhenti pada pemanfaatan komoditas, sisa limbah produksinya pun diolah menjadi pupuk organik mikroba (Bio Aren MA-11) untuk pembenah tanah. Langkah inovatif ini terwujud berkat kolaborasi dengan Bank Indonesia KPw Bengkulu.

Ekspansi Sari Aren: Hadir di Ritel Modern, Unjuk Gigi di Mancanegara

Kualitas produk yang terjaga konsisten membuka pintu kemitraan luas bagi Sari Aren, produk ini tak hanya dijajakan di outlet resmi (Jl. Pramuka No. 5, Air Meles Atas) dan marketplace online, tetapi juga berhasil menembus jaringan ritel serta kafe modern seperti Hypermart, Point Coffee, 212 Mart, Syarah Bakery, hingga Nadhira Napoleon.

Ekspansinya pun terus meluas hingga ke panggung internasional. Selain dipromosikan oleh mahasiswa Indonesia di Amerika Serikat, Sari Aren resmi tampil pada ajang Expo Indonesia UMKM Merdeka Export 2023 di Melaka, Malaysia, serta aktif berpartisipasi dalam ajang nasional seperti ISEF 2023 dan Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2022.

Menariknya, pengembangan usaha ini tak berhenti pada produk olahan semata, kawasan tersebut kini bertransformasi menjadi Wisata Edukasi Kampung Aren yang terintegrasi langsung dengan destinasi wisata Pemandian Suban Air Panas.**Muflih

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60