METROUPDATE.ONLINE – BENGKULU – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Bengkulu menyiapkan lima program revitalisasi untuk meningkatkan kelayakan fasilitas, keselamatan, dan kelancaran operasional di kawasan Pelabuhan Pulau Baai.
Komitmen tersebut disampaikan General Manager PT Pelindo Regional 2 Bengkulu, Dr. Dimas Rizky Kusmayadi, didampingi Manager Operasi Dody Nata Irawan, dalam rapat koordinasi bersama pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) dan Izin Usaha Jasa Pertambangan (IUJP) di Ruang Rapat Enggano, Kantor Dinas Perhubungan Provinsi Bengkulu, Selasa (27/10/2026).
Rapat tersebut membahas peningkatan keselamatan dan kepatuhan operasional angkutan batu bara dan perkebunan, termasuk kondisi infrastruktur jalan di kawasan pelabuhan yang selama ini dikeluhkan para pelaku usaha angkutan.
Dalam kesempatan itu, Dimas menyampaikan permohonan maaf kepada para pemegang IUP dan IUJP atas kondisi jalan yang belum sepenuhnya memadai. Meski demikian, sejumlah ruas jalan telah diperbaiki dan mulai dapat dilintasi truk angkutan batu bara, meskipun kondisinya masih bersifat sementara.
“Kami menyampaikan permohonan maaf atas kondisi jalan yang belum optimal. Beberapa ruas sudah diperbaiki dan bisa dilalui kendaraan truk batu bara, tetapi belum permanen. Insyaallah, pada 2027 mendatang jalan tersebut akan kita bangun,” ujar Dimas.
Ia menjelaskan, Pelindo telah menyiapkan lima program utama revitalisasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus menata kawasan pelabuhan agar aktivitas logistik berjalan lebih optimal.

Program pertama adalah penataan alur pelabuhan untuk mengatasi antrean panjang dan mengoptimalkan kelancaran lalu lintas pelayaran kapal.
Kedua, pengembangan Terminal Peti Kemas (TPK), yang mencakup pembongkaran lapangan penumpukan peti kemas atau *container yard* lama serta peningkatan fasilitas pendukung.
Ketiga, pembangunan terminal curah cair yang diharapkan dapat mengurangi persoalan penggunaan dermaga secara bersamaan di kawasan Nusantara lama.
Keempat, revitalisasi jalan akses pelabuhan. Program ini menjadi salah satu prioritas untuk meningkatkan kualitas infrastruktur yang menunjang kegiatan angkutan dan distribusi logistik.
Kelima, sterilisasi area pelabuhan melalui penataan kembali kawasan operasional, mulai dari lokasi penumpukan barang (*stockpile*), terminal curah cair, terminal curah kering, hingga area peti kemas agar lebih tertib dan terorganisasi.
Terkait revitalisasi jalan, Dimas mengatakan rencana pembangunan telah dikoordinasikan dengan jajaran direksi dan mendapat persetujuan untuk dilaksanakan pada 2027. Pekerjaan tersebut direncanakan berlangsung selama delapan bulan.
Meski demikian, pelaksanaan revitalisasi masih menghadapi sejumlah tantangan, di antaranya penggunaan jalur yang bercampur dengan akses masyarakat umum serta persoalan kapasitas tonase kendaraan yang melintas di kawasan pelabuhan.
Melalui rapat koordinasi tersebut, Pelindo mengajak seluruh pemangku kepentingan, termasuk asosiasi angkutan batu bara dan pemerintah daerah, memperkuat kolaborasi dalam menjaga keselamatan, meningkatkan kepatuhan terhadap ketentuan operasional, serta mendukung kelancaran arus logistik di Pelabuhan Pulau Baai.
Pelindo berharap sinergi antarpihak dapat mempercepat penataan kawasan pelabuhan sekaligus menciptakan aktivitas angkutan yang aman, tertib, dan efisien.**Muf









